From Challenge to Impact: Tantangan Kualitas dan Keberlanjutan Penelitian di Indonesia
Ekosistem penelitian di Indonesia sebenarnya merupakan permadani potensi yang dinamis, didukung oleh sumber daya yang kaya dan hamparan budaya yang…
Ekosistem penelitian di Indonesia sebenarnya merupakan permadani potensi yang dinamis, didukung oleh sumber daya yang kaya dan hamparan budaya yang…
Sekelompok kata membentuk sebuah kalimat. Namun, cara kita menyusun kata-kata tersebut membuat perbedaan besar. Puisi dan lagu, dengan kebebasan artistik,…
Banyak peneliti merasa cemas ketika menerima email dari jurnal setelah mengirimkan manuskrip. Namun jika keputusan yang Anda terima adalah “revise and resubmit”, sebenarnya itu adalah kabar baik. Mengapa? Karena keputusan ini berarti editor melihat potensi pada penelitian Anda, tetapi meminta beberapa perbaikan sebelum manuskrip dapat dipertimbangkan untuk publikasi. Dalam proses peer review, sebagian besar artikel ilmiah memang perlu direvisi setidaknya satu kali sebelum akhirnya diterima. Berikut 10 langkah praktis yang dapat membantu Anda merespons keputusan revise and resubmit dengan lebih sistematis dan efektif. 1. Baca surat dari editor dengan saksama Langkah pertama adalah memastikan Anda memahami keputusan yang diberikan editor. Beberapa kemungkinan keputusan dari jurnal antara lain: …
Pernahkah Anda berharap bisa mengetahui apakah sebuah jurnal tertarik pada manuskrip Anda sebelum benar-benar mengirimkannya? Proses journal submission sering kali panjang dan melelahkan. Setelah mengirim manuskrip, penulis biasanya harus menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan keputusan dari editor. Bahkan, tidak jarang manuskrip langsung mendapat desk rejection karena dianggap tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal. Untungnya, ada cara untuk mengurangi risiko tersebut: presubmission inquiry. Dengan mengirim presubmission inquiry, Anda dapat menanyakan kepada editor apakah penelitian Anda berpotensi sesuai dengan jurnal tersebut sebelum melakukan submission resmi. Apa Itu Presubmission Inquiry? Presubmission inquiry adalah email singkat yang dikirimkan kepada editor jurnal untuk menanyakan apakah manuskrip Anda layak dipertimbangkan untuk dipublikasikan. Dalam email ini, Anda biasanya menyertakan: judul penelitian abstrak ringkasan temuan utama …
Ketika mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah, jarang sekali sebuah manuskrip langsung diterima tanpa revisi. Sebagian besar penulis akan menerima keputusan “revise and resubmit”, baik dalam bentuk minor revision maupun major revision. Pada tahap ini, selain memperbaiki manuskrip, Anda juga perlu menyiapkan rebuttal letter atau response to reviewers. Surat ini berisi tanggapan terhadap komentar dari editor dan reviewer. …
Sebagai seorang peneliti, Anda mungkin sudah memahami betapa pentingnya menunjukkan dampak sosial dari penelitian Anda. Hal ini tidak hanya untuk menunjukkan nilai dan relevansi dari karya ilmiah Anda, tetapi juga untuk membantu Anda memperoleh lebih banyak pendanaan, pengakuan, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Namun, bagaimana cara mengomunikasikan dampak penelitian Anda secara meyakinkan? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sustainable Development Goals/SDGs) sebagai kerangka acuan. SDGs dan mengapa hal ini penting bagi peneliti SDGs merupakan 17 tujuan global yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015 untuk mengatasi berbagai tantangan paling mendesak yang dihadapi manusia dan planet ini. Tujuan-tujuan tersebut mencakup berbagai isu penting seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan, perubahan iklim, perdamaian, dan keadilan. SDGs dirancang untuk menjadi panduan bagi tindakan pemerintah, sektor bisnis, masyarakat sipil, serta individu hingga tahun 2030. …