
Ketika mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah, jarang sekali sebuah manuskrip langsung diterima tanpa revisi. Sebagian besar penulis akan menerima keputusan “revise and resubmit”, baik dalam bentuk minor revision maupun major revision.
Pada tahap ini, selain memperbaiki manuskrip, Anda juga perlu menyiapkan rebuttal letter atau response to reviewers. Surat ini berisi tanggapan terhadap komentar dari editor dan reviewer.
Rebuttal letter yang ditulis dengan baik dapat meningkatkan peluang manuskrip Anda diterima oleh jurnal.
Lalu, bagaimana cara menulis rebuttal letter yang efektif?

Apa Itu Rebuttal Letter?
Rebuttal letter adalah surat yang dikirimkan bersama manuskrip revisi untuk menjelaskan bagaimana penulis menanggapi komentar dari reviewer.
Biasanya surat ini berisi:
- ucapan terima kasih kepada reviewer
- ringkasan perubahan dalam manuskrip
- tanggapan poin demi poin terhadap setiap komentar reviewer
Tujuan utama rebuttal letter adalah meyakinkan editor bahwa Anda telah menanggapi semua masukan dengan serius dan profesional.

Struktur Dasar Rebuttal Letter
Secara umum, rebuttal letter terdiri dari dua bagian utama.
1. Bagian pembuka untuk editor
Pada bagian ini, sebutkan:
- judul manuskrip
- ID manuskrip
- nama jurnal
Tambahkan paragraf singkat yang berisi ucapan terima kasih kepada reviewer atas waktu dan masukan yang mereka berikan.
Contoh kalimat pembuka:
We thank the editor and reviewers for their valuable comments and suggestions, which have helped improve the quality of our manuscript.
Anda juga bisa menambahkan ringkasan singkat tentang perubahan utama yang telah dilakukan pada manuskrip.

2. Tanggapan detail terhadap komentar reviewer
Bagian ini merupakan inti dari rebuttal letter. Tulis tanggapan terhadap setiap komentar reviewer secara poin demi poin.
Cara yang umum digunakan adalah:
- tulis komentar reviewer
- kemudian tulis respons Anda di bawahnya
Misalnya:
Reviewer Comment 1:
The methodology section needs more explanation regarding the sampling process.
Response:
Thank you for this helpful suggestion. We have revised the methodology section and added a detailed explanation of the sampling procedure (Page 6, Lines 120–135).

9 Tips Menulis Rebuttal Letter yang Meyakinkan Editor
Berikut beberapa tips penting agar rebuttal letter Anda lebih efektif.

1. Tanggapi semua komentar reviewer
Pastikan setiap komentar dijawab.
Bahkan jika Anda tidak setuju dengan komentar tersebut, tetap berikan penjelasan yang jelas dan profesional.

2. Gunakan format poin demi poin
Nomori setiap komentar reviewer dan jawab secara berurutan. Cara ini membantu editor dan reviewer menelusuri perubahan dengan lebih mudah.

3. Sorot perubahan dalam manuskrip
Jika Anda melakukan perubahan, sebutkan secara spesifik lokasinya, misalnya:
- nomor halaman
- nomor baris
- nomor gambar atau tabel
Ini memudahkan reviewer memeriksa revisi yang Anda lakukan.

4. Gunakan format yang jelas
Agar mudah dibaca, banyak penulis menggunakan format seperti:
- komentar reviewer bold
- respons penulis dalam teks biasa
Format ini membantu membedakan antara komentar dan jawaban.

5. Pecah komentar panjang menjadi beberapa poin
Jika reviewer menulis komentar panjang dalam satu paragraf, pecahlah menjadi beberapa poin kecil sehingga dapat ditanggapi satu per satu.

6. Klarifikasi kesalahpahaman dengan sopan
Jika reviewer tampaknya salah memahami bagian tertentu dari manuskrip Anda, jangan langsung menyalahkan reviewer.
Sebaliknya, jelaskan bahwa penjelasan dalam manuskrip sebelumnya mungkin kurang jelas.
Contoh:
We apologize for the lack of clarity in the previous version. We have revised this section to better explain the concept.

7. Jelaskan jika Anda tidak dapat mengikuti saran reviewer
Kadang reviewer meminta eksperimen tambahan atau data baru yang tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Dalam kasus seperti ini:
- jelaskan alasan Anda secara logis
- tetap gunakan nada yang sopan dan profesional

8. Sebutkan jika Anda menambahkan data baru
Jika Anda menambahkan:
- tabel baru
- gambar baru
- analisis tambahan
pastikan Anda menyebutkan di bagian mana perubahan tersebut dilakukan dalam manuskrip.

9. Akhiri dengan nada profesional
Hindari kalimat yang terlalu percaya diri seperti:
We hope the manuscript will now be accepted without further revisions.
Sebaliknya, gunakan penutup yang lebih profesional, misalnya:
We look forward to hearing from you regarding our submission and would be happy to address any further comments.

Kesimpulan
Menulis rebuttal letter yang baik merupakan bagian penting dari proses publikasi ilmiah. Surat ini tidak hanya menunjukkan bagaimana Anda memperbaiki manuskrip, tetapi juga mencerminkan sikap profesional Anda sebagai peneliti.
Dengan:
- menjawab setiap komentar reviewer
- memberikan tanggapan yang jelas dan sopan
- menunjukkan perubahan secara transparan
Anda dapat meningkatkan peluang manuskrip Anda untuk diterima oleh jurnal ilmiah.
Artikel ini disadur dari artikel berbahasa inggris: https://www.editage.com/insights/how-to-write-a-great-rebuttal-letter


Leave a Reply