Press ESC to close

Pengindeksan Jurnal 101: Memahami Dasar-Dasarnya

Jurnal Clinical Endoscopy menghubungi tim Editage dengan pertanyaan seputar pengindeksan jurnal. Jurnal tersebut telah terindeks di PubMed dan Scopus, dan meminta saran terkait kemungkinan inklusi di berbagai basis data lain serta rekomendasi beberapa basis data bereputasi untuk dipertimbangkan. Tim Editage memberikan tanggapan komprehensif mengenai pengindeksan jurnal, termasuk daftar basis data yang mengindeks hasil riset yang telah dipublikasikan. Artikel ini memberikan gambaran umum tentang pengindeksan jurnal dan merangkum poin-poin penting dari respons kami kepada jurnal tersebut.

Agar dikenal sebagai sumber informasi ilmiah yang kredibel serta mampu menonjol di tengah banyaknya publikasi yang memenuhi ruang penerbitan saat ini, jurnal perlu meningkatkan visibilitas, ketersediaan, dan jumlah pembacanya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memastikan jurnal terindeks di satu atau lebih basis data terkemuka.

Mengapa pengindeksan itu penting?

  • Pengindeksan membantu jurnal mencapai tujuan utamanya, yaitu dapat diakses oleh audiens yang luas.
  • Aksesibilitas yang baik akan meningkatkan reputasi jurnal sebagai sumber informasi yang andal dan berkualitas tinggi di bidangnya.
  • Pencarian basis data merupakan langkah awal yang hampir selalu dilakukan peneliti dalam proses riset, dan mereka cenderung menggunakan basis data yang sudah mapan dan dikenal luas. Oleh karena itu, terindeks di basis data yang bereputasi akan membantu meningkatkan jumlah pembaca jurnal Anda.

Bagaimana proses pengindeksan bekerja?

Setelah sebuah jurnal diterima dan diindeks oleh suatu basis data, jurnal tersebut akan langsung tersedia bagi seluruh pengguna basis data tersebut. Ada basis data yang hanya mengindeks judul, ada yang mengindeks artikel secara lengkap, dan ada pula yang hanya mengindeks abstrak dan/atau daftar pustaka.

Saat ini tersedia berbagai layanan abstraksi dan pengindeksan. Sebagian dikelola oleh institusi (misalnya PubMed yang dikelola oleh United States National Library of Medicine di National Institutes of Health), sementara yang lain disediakan oleh penerbit (misalnya Scopus yang dikelola oleh Elsevier). Terlepas dari afiliasi institusinya, jurnal harus mengajukan permohonan resmi untuk dapat dimasukkan ke dalam basis data yang dipilih.

Bagaimana cara mengajukan jurnal agar terindeks?

• Pilih basis data yang tepat

Sebagaimana editor jurnal tidak akan mempertimbangkan manuskrip yang berada di luar cakupan jurnalnya, perusahaan pengindeks juga tidak akan mempertimbangkan jurnal yang berada di luar cakupan basis data mereka. Pilihlah basis data yang memang mengindeks jurnal di bidang keilmuan Anda.

Penting pula untuk memahami fitur yang ditawarkan oleh basis data tersebut. Beberapa basis data hanya mengindeks abstrak sehingga pengguna hanya dapat melihat ringkasan artikel. Ada pula yang menggunakan pengindeks profesional untuk menelaah manuskrip secara menyeluruh dan mengindeks kata kunci, bahkan menyertakan sitasi dalam sistem pengindeksannya. Memahami bagaimana jurnal Anda akan ditampilkan dan diakses oleh pengguna akan membantu Anda memilih basis data yang paling sesuai. Informasi rinci mengenai cara kerja basis data biasanya tersedia di situs web resminya.

• Pahami proses seleksi yang diterapkan oleh basis data

Beberapa kriteria umum yang digunakan basis data untuk menilai kelayakan jurnal antara lain kualitas konten, ketepatan waktu penerbitan, serta alur kerja dan proses editorial jurnal. Umumnya, jurnal harus mengajukan aplikasi resmi dan menyertakan dokumen serta bukti pendukung. Jika seluruh kriteria terpenuhi, jurnal akan diterima untuk diindeks.

Proses ini serupa dengan pengajuan manuskrip dan peer review: jurnal mengirimkan dokumen dan menunggu hasil evaluasi dari pihak basis data. Jika jurnal belum memenuhi kriteria, mungkin diperlukan perbaikan pada alur kerja editorial agar jurnal memenuhi syarat pengindeksan.

• Pastikan proses jurnal berjalan lancar dan efisien

Pastikan jurnal Anda memenuhi standar dasar penerbitan yang berlaku di industri, seperti sistem yang ramah penulis, proses peer review yang lancar dan tepat waktu, serta aksesibilitas yang baik. Dalam aplikasi pengindeksan, harus terlihat jelas bahwa jurnal Anda layak untuk diindeks oleh basis data yang dipilih.

• Pertimbangkan perusahaan yang memiliki banyak basis data

Perusahaan seperti Elsevier dan Thomson Reuters menawarkan berbagai indeks untuk jurnal ilmiah. Dalam kasus ini, sebaiknya Anda meninjau seluruh daftar produk atau layanan yang tersedia dan mengajukan permohonan ke basis data yang relevan dengan cakupan jurnal Anda.

Di mana sebaiknya jurnal Anda diindeks?

Seperti yang kami sarankan kepada jurnal Clinical Endoscopy, sangat penting untuk memilih perusahaan atau basis data pengindeks yang sesuai dengan cakupan jurnal Anda. Berikut adalah beberapa basis data umum yang dapat dipertimbangkan:

  • Scopus: Dikelola oleh Elsevier, Scopus mengindeks jurnal di bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, serta seni dan humaniora. Scopus juga menyediakan berbagai alat analisis dan pelacakan riset.
  • EMBASE (Excerpta Medica Database): Juga dikelola oleh Elsevier, EMBASE merupakan basis data biomedis yang banyak digunakan oleh peneliti, manajer informasi, spesialis regulasi, klinisi, pustakawan medis, pendidik, dan dokter. (Elsevier juga mengelola basis data lain seperti EMcare dan Engineering Village.)
  • PubMed: Dikelola oleh United States National Library of Medicine, PubMed mencakup literatur biomedis dari jurnal ilmu hayati dan buku daring, serta menyediakan akses ke basis data bibliografis MEDLINE yang berisi referensi dan abstrak.
  • SCIE (Science Citation Index–Expanded): Produk dari Thomson Reuters yang mencakup jurnal dari berbagai bidang sains dan teknologi, serta menyediakan beberapa fitur analisis data.
  • BIOSIS Citation Index: Juga dikelola oleh Thomson Reuters, BIOSIS mencakup berbagai bidang ilmu biologi dan biomedis.
  • DOAJ (Directory of Open Access Journals): Direktori daring yang mengindeks dan menyediakan akses ke jurnal open access dan peer-reviewed di berbagai bidang, seperti sejarah, agama, geografi, bahasa, dan sastra.
  • Ovid: Merupakan bagian dari Wolters Kluwer. Basis data Ovid mencakup berbagai topik, termasuk kedokteran klinis dan farmakologi.
  • EBSCO Information Services: Basis data EBSCO mencakup judul-judul yang dikompilasi oleh perusahaan tersebut serta jurnal dari basis data atau penerbit lain seperti MEDLINE dan EconLit. EBSCO juga mengelola Academic Search Complete yang menyediakan akses teks lengkap jurnal.
  • BioOne Abstracts and Indexes: Menyediakan akses ke riset peer-reviewed di bidang biologi, ekologi, dan ilmu lingkungan.

Daftar tambahan:
Untuk membandingkan beberapa basis data sekaligus, Anda juga dapat merujuk ke daftar berikut:

Catatan: Daftar ini disusun berdasarkan pemahaman kami. Editage tidak merekomendasikan satu basis data tertentu dibandingkan yang lain. Anda tetap perlu mempelajari masing-masing basis data secara mendalam untuk menentukan layanan yang paling sesuai bagi jurnal Anda.

Apakah cukup berhenti setelah jurnal terindeks di satu basis data?

Seperti yang dialami oleh jurnal Clinical Endoscopy, editor jurnal sering bertanya apakah sebaiknya mereka juga mengajukan pengindeksan ke beberapa basis data atau mesin pencari akademik sekaligus. Jawabannya adalah: ya, tentu saja. Semakin banyak platform tempat jurnal Anda dapat ditemukan, semakin besar peluang untuk membangun reputasi yang kuat dan berkelanjutan di bidang keilmuan Anda.

Disadur dari artikel berjudul: Journal indexing 101: Understanding the basics (https://www.editage.com/insights/journal-indexing-101-understanding-the-basics)