{"id":1689,"date":"2025-08-28T15:10:00","date_gmt":"2025-08-28T09:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?p=1689"},"modified":"2025-08-26T18:37:11","modified_gmt":"2025-08-26T13:07:11","slug":"prior-bayesian-dan-distribusi-prior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/","title":{"rendered":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p>Statistika Bayesian semakin populer dalam ilmu biomedis karena fleksibilitasnya dan kemampuannya menangani data kompleks berdimensi tinggi, serta ukuran sampel kecil dan\/atau data yang hilang\/tidak lengkap. Namun ketika peneliti mulai mencoba pendekatan Bayesian, mereka sering kali dihadapkan pada pertanyaan yang sangat penting: <strong>Apa sebenarnya prior itu? Dan bagaimana saya memilih distribusi prior?<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-14.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1692\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Prior Bayesian: Dasar-dasarnya<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam statistika Bayesian, \u201cprior\u201d mengacu pada apa yang sudah Anda ketahui tentang topik atau pertanyaan yang sedang diteliti. Prior merepresentasikan keyakinan awal atau asumsi Anda mengenai parameter model sebelum melihat data apa pun. Prior merangkum apa yang kita ketahui tentang parameter berdasarkan pengetahuan sebelumnya atau opini pakar, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk distribusi probabilitas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-15.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1693\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Jenis-Jenis Prior dalam Statistika Bayesian<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Informative Prior (Prior Informatif)<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prior informatif mengandung informasi yang spesifik dan pasti tentang suatu variabel. Jika tersedia informasi sebelumnya, maka Anda memilih distribusi yang mencerminkan informasi tersebut. Ini bisa didasarkan pada studi terdahulu, pendapat pakar, atau pertimbangan teoretis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki bukti kuat untuk mendukung asumsi Anda (misalnya hasil studi yang sudah ditinjau sejawat), maka gunakan prior kuat (<em>strong prior<\/em>). Namun jika informasi yang dimiliki terbatas (misalnya opini subjektif pakar tanpa data pendukung), gunakan prior informatif lemah (<em>weakly informative prior<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Non-informative Prior (Prior Non-informatif)<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prior ini digunakan ketika tidak ada pengetahuan awal atau jika tujuannya adalah objektivitas. Prior non-informatif seperti mengatakan, &#8220;Saya tidak tahu apa-apa secara khusus tentang situasi ini, jadi mari kita bersikap netral.&#8221; Ini adalah cara untuk tetap adil dan tidak memihak hasil apa pun sebelum data diperoleh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Regularizing Priors (Prior Regularisasi)<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Juga disebut <em>prior regularisasi<\/em>, prior ini digunakan untuk memberikan batasan atau penalti terhadap parameter dalam model. Tujuannya adalah mencegah <em>overfitting<\/em> dan meningkatkan kemampuan generalisasi model dengan menghindari nilai parameter yang terlalu kompleks atau ekstrem.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prior regularisasi sangat berguna ketika model memiliki banyak parameter dibandingkan jumlah data yang tersedia, karena membantu model agar tidak terlalu menyesuaikan diri dengan \u201cnoise\u201d dalam data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa jenis prior regularisasi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Laplace Prior<\/strong>&nbsp;<br>Juga dikenal sebagai <em>double-exponential prior<\/em>, prior ini memberi penalti terhadap nilai parameter besar dengan memberikan probabilitas lebih tinggi untuk nilai yang dekat dengan nol. Anda seperti berkata, \u201cBuat garis sesederhana mungkin, jangan terlalu banyak naik-turun.\u201d&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Gaussian Prior<\/strong>&nbsp;<br>Prior Gaussian (normal) memberi penalti pada nilai parameter yang menyimpang jauh dari rata-rata yang ditentukan, sehingga memperkecil nilai parameter mendekati rata-rata. Ibaratnya, \u201cUsahakan agar garis tetap dekat dengan nilai tengah, jangan menyimpang terlalu jauh.\u201d&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Lasso Prior<\/strong>&nbsp;<br>Prior ini menggabungkan prinsip Laplace dan Gaussian. Lasso memberi penalti terhadap nilai absolut parameter, mendorong sebagian parameter menjadi nol. Seolah berkata, \u201cGunakan hanya titik-titik yang penting untuk menggambar garis, abaikan yang kurang penting.\u201d&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Ridge Prior<\/strong>&nbsp;<br>Prior Ridge memberi penalti terhadap kuadrat dari nilai parameter, memperkecil parameter menuju nol tetapi tidak memaksanya menjadi nol. Artinya, \u201cJangan biarkan garis menjadi terlalu tinggi atau zig-zag terlalu tajam, usahakan tetap datar.\u201d&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-13.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1691\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Distribusi Prior<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Distribusi prior adalah distribusi probabilitas yang mewakili keyakinan kita tentang parameter sebelum melihat data. Menentukan prior dalam statistika Bayesian mencakup pemahaman informasi awal yang tersedia, memilih distribusi prior yang tepat, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap distribusi posterior dan kesimpulan akhir.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana disebutkan sebelumnya, analisis Bayesian memungkinkan kita menggabungkan pengetahuan awal dalam analisis. Memilih distribusi prior yang tepat dan akurat bisa menghasilkan inferensi posterior yang lebih informatif dan bermakna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-12.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1690\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Peran Analisis Sensitivitas<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penggunaan statistika Bayesian, sebaiknya dilakukan analisis sensitivitas untuk mengevaluasi seberapa sensitif inferensi posterior terhadap pilihan prior yang berbeda. Ini dilakukan dengan membandingkan hasil dari berbagai prior untuk menilai kekuatan kesimpulan yang diperoleh. Jika hasil Anda sangat sensitif terhadap pilihan prior, mungkin perlu mengevaluasi ulang pendekatan Anda: bisa dengan mengumpulkan lebih banyak data agar pengaruh prior berkurang, atau memilih prior lain yang lebih sesuai dengan keyakinan dan informasi yang tersedia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis sensitivitas membantu memastikan bahwa kesimpulan yang Anda buat dapat diandalkan dan tidak hanya bergantung pada asumsi awal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1\" height=\"1\" src=\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/image-16.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1694\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Penutup<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memilih distribusi prior secara cermat membantu menjaga objektivitas dan transparansi dalam analisis Bayesian. Prior yang tidak sesuai atau dipilih secara asal dapat menyebabkan bias dan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara memilih dan menentukan distribusi prior agar pengetahuan awal bisa dimanfaatkan secara bermakna dan efektif dalam analisis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik memulai dengan statistika Bayesian? Konsultasikan dengan pakar biostatistik melalui layanan <a href=\"https:\/\/www.editage.com\/services\/publishing-services-packs\/statistical-analysis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Statistical Analysis &amp; Review<\/em><\/a> dari Editage.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Statistika Bayesian semakin populer dalam ilmu biomedis karena fleksibilitasnya dan kemampuannya menangani data kompleks berdimensi tinggi, serta ukuran sampel kecil dan\/atau data yang hilang\/tidak lengkap. Namun ketika peneliti mulai mencoba pendekatan Bayesian, mereka sering kali dihadapkan pada pertanyaan yang sangat penting: Apa sebenarnya prior itu? Dan bagaimana saya memilih distribusi prior?&nbsp; Prior Bayesian: Dasar-dasarnya&nbsp; Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1695,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[248],"tags":[],"ppma_author":[261],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Editage Indonesia Official Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-28T09:40:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-26T13:07:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"656\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"387\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Editage Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Digital Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/\",\"url\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/\",\"name\":\"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-28T09:40:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-26T13:07:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/a0301ef51c7d804c3324246c7208dead\"},\"description\":\"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg\",\"width\":656,\"height\":387,\"caption\":\"Prior Bayesian dan Distribusi Prior\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/editage.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persiapan Penelitian\",\"item\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/category\/persiapan-penelitian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/\",\"name\":\"Editage Indonesia Official Blog\",\"description\":\"Editage Indonesia Official Blog\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/a0301ef51c7d804c3324246c7208dead\",\"name\":\"Digital Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/407c2832c3b2af256d62118416fece48\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6cc0c425ffe4e378059b8e5461497bca?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6cc0c425ffe4e378059b8e5461497bca?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Digital Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.editage.us\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.editage.id\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia","description":"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia","og_description":"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.","og_url":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/","og_site_name":"Editage Indonesia Official Blog","article_published_time":"2025-08-28T09:40:00+00:00","article_modified_time":"2025-08-26T13:07:11+00:00","og_image":[{"width":656,"height":387,"url":"https:\/\/editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Editage Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Digital Admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/","url":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/","name":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0 | Editage Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg","datePublished":"2025-08-28T09:40:00+00:00","dateModified":"2025-08-26T13:07:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/a0301ef51c7d804c3324246c7208dead"},"description":"Pelajari konsep prior Bayesian dan distribusi prior dalam statistik. Temukan bagaimana pengetahuan awal dapat memaksimalkan analisis data serta meningkatkan ketepatan hasil penelitian.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Prior-Bayesian-dan-Distribusi-Prior.jpg","width":656,"height":387,"caption":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/editage.id\/blog\/prior-bayesian-dan-distribusi-prior\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/editage.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persiapan Penelitian","item":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/category\/persiapan-penelitian\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Prior Bayesian dan Distribusi Prior: Memaksimalkan Pengetahuan yang Sudah Dimiliki\u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/","name":"Editage Indonesia Official Blog","description":"Editage Indonesia Official Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/a0301ef51c7d804c3324246c7208dead","name":"Digital Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/407c2832c3b2af256d62118416fece48","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6cc0c425ffe4e378059b8e5461497bca?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6cc0c425ffe4e378059b8e5461497bca?s=96&d=mm&r=g","caption":"Digital Admin"},"sameAs":["https:\/\/www.editage.us\/"],"url":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/author\/admin\/"}]}},"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-25 12:00:53","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category"},"authors":[{"term_id":261,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"editage-indonesia","display_name":"Editage Indonesia","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","user_url":"","last_name":"","first_name":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1689"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1696,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689\/revisions\/1696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1689"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.editage.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=1689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}